Allah Melayani Kita Lebih Dulu

Bukankah segala sesuatu Saudara terima dari Allah? Jadi, mengapa mau menyombongkan diri, seolah-olah apa yang ada pada Saudara itu bukan sesuatu yang diberi? 1 KoRintus 4:7, BIS

Allah Melayani Kita Lebih Dulu

Rasul Paulus mengetahui cara merendahkan diri dan bukan meninggi- kan diri. Ia diselamatkan oleh kunjungan Yesus secara pribadi, diberi penglihatan tentang surga dan kemampuan membangkitkan orang mati. Tetapi ketika ia memperkenalkan dirinya, ia hanya berkata, “Dari Paulus, hamba Allah” (Titus 1:1). Yohanes Pembaptis yang terhitung sebagai kerabat Yesus dan salah seorang penginjil paling terkenal sepanjang sejarah, dicatat dalam Alkitab sebagai orang yang berkata: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30).

Contoh terbesar dari kerendahan hati ini tidak lain adalah Yesus Kristus sendiri. Siapa yang lebih mempunyai alasan untuk menyombong selain daripada Dia? Namun Ia tidak pernah melakukannya. Ia berjalan di atas air, tetapi tidak pernah menyombongkannya di pantai. Ia mengubah sekeranjang makanan menjadi satu perjamuan besar, tetapi tidak pernah menuntut pujian. Seorang pejuang kemerdekaan dan seorang nabi datang mengunjungi-Nya, tetapi Ia tidak pernah menyebutkan nama- nama itu dalam khotbah-Nya. Ia dapat saja melakukannya. “Kemarin, Aku baru saja bercakap-cakap dengan Musa dan Elia.” Tetapi Yesus tidak pernah menepuk dada. Ia bahkan menolak dipuji. “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri” (Yohanes 5:30). Ia bersandar pada Bapa dan Roh Kudus sepenuhnya. “Akulah yang melakukannya”? Itu perkataan yang tidak pernah diucapkan Yesus. Bila Ia tidak pernah mengatakan seperti itu, bagaimana kita berani mengatakannya?

Kita dapat naik terlalu tinggi, tetapi tidak pernah mau turun terlalu rendah. Pemberian apa yang Anda berikan yang tidak telah lebih dulu diberikan-Nya kepada Anda? Kebenaran apa yang Anda ajarkan yang tidak diajarkan-Nya lebih dulu? Anda mengasihi. Tetapi siapa yang lebih dulu mengasihi Anda? Anda melayani. Tetapi siapa yang lebih dulu melayani? Apa yang Anda lakukan untuk Allah yang tidak dapat dilakukan-Nya sendiri? Betapa baiknya Ia mau memakai kita. Betapa bijaknya bila kita mengingat semua itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu