Bidiklah Raksasa Anda

Sebab di tangan TUHANlah pertempuran … 1 samuel 17:47

Maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu (1 Samuel 17:48).

Bidiklah Raksasa Anda

Goliat tertawa terbahak-bahak sehingga topi bajanya terangkat sedikit, cukup untuk memperlihatkan dahinya. Daud mempergunakan kesempatan itu untuk membidik sasaran dengan ayunan umbannya. Hanya bunyi umban berputar yang terdengar di lembah itu. Wuuusssh. Wuuusssh. Wuuusssh. Batu itu melesat ke udara dan menembus dahi raksasa itu; mata Goliat menjadi juling dan kakinya tertekuk. Ia roboh ke tanah dan mati. Daud berlari ke arahnya dan mencabut pedang Goliat dari sarungnya, menyate raksasa Filistin itu dan memancung kepalanya.

Anda mungkin mengatakan bahwa Daud tahu bagaimana untuk mendapatkan kepala raksasanya.

Kapan terakhir kalinya Anda melakukan hal itu? Sudah berapa lama sejak Anda berlari menantang masalah Anda? Kita cenderung bergerak mundur, berkutat di belakang meja kerja atau berjalan ke kelab malam yang ramai atau mengejar hubungan gelap. Untuk sesaat, sehari, atau setahun, kita merasa aman, terisolasi, kebal, tetapi kemudian pekerjaan itu selesai, pengaruh minuman keras itu berakhir, atau kekasih itu pergi, dan kita mendengar Goliat datang lagi. Bunyi langkah kakinya menghentak-hentak. Menggetarkan dunia kita sekali lagi.

Cobalah cara yang berbeda. Serbulah raksasa Anda dengan keberanian yang dari Allah. Raksasa perceraian, kamu tidak dapat memasuki rumah tangga saya! Raksasa depresi? Mungkin dibutuhkan waktu seumur hidup, tetapi kamu tidak dapat mengalahkan saya. Raksasa alkohol, kefanatikan, penganiayaan anak, perasaan tidak aman … kamu akan kalah. Sudah berapa lama sejak Anda mengisi umban Anda dan membidikkannya kepada raksasa Anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu