Dikasihi oleh Allah yang Dapat Dipercaya

Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. matius 24:6

Dikasihi oleh Allah yang Dapat Dipercaya

Alam adalah ciptaan yang sedang mengandung, yakni pada triwulan terakhir. Ketika angin topan menghantam satu kota di Kansas atau gempa bumi meratakan satu wilayah di Pakistan dengan tanah, ini lebih dari sekadar perubahan barometrik atau perubahan batas lama. Alam semesta sedang melalui jam-jam terakhir sebelum bersalin. Ia sedang mengalami kontraksi yang menyakitkan.

Konfliknya: “deru perang atau kabar-kabar tentang perang.” Satu bangsa menyerang bangsa lainnya. Negara adikuasa menantang negara adikuasa lainnya. Batas-batas negara akan selalu berubah. Wartawan perang akan selalu sibuk. Penduduk dunia tidak akan pernah melihat damai sejahtera.

Orang Kristen adalah yang paling menderita. “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku” (ayat 9).

Tetapi ingatlah: “Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (ayat 8), dan sakit bersalin itu tidak sepenuhnya buruk. (Mudah saja saya mengatakan demikian.) Sakit bersalin menandakan permulaan dari dorongan terakhir. Dokter kandungan menghibur calon ibu dengan berkata, “Rasa sakitnya tidak akan lama, dan Anda akan merasa lebih baik.” Yesus juga mengatakan hal yang sama kepada kita. Konflik dunia menunjukkan bahwa waktu bersalin kita sudah dekat. Kita ada di jam-jam terakhir, hanya tinggal beberapa dorongan saja untuk melahirkan, beberapa detik saja dari jam kekekalan. Dan satu dunia yang sama sekali baru akan datang!

Segala sesuatu, besar dan kecil, terjadi sesuai dengan tujuan Allah dan memenuhi kehendak-Nya yang baik. Ketika dunia tampaknya tidak terkendali, sebenarnya tidak demikian. Ketika orang-orang yang suka berperang tampaknya berkuasa, sebenarnya tidak demikian. Ketika bencana alam terjadi di mana-mana, jangan biarkan hal itu menguasai pikiran Anda.

Mari kita memercayai Bapa Surgawi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu