Hati yang DamaiHati yang Damai

Hati yang Damai

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Yakobus 3:17

Hati Yesus itu murni. Sang Juruselamat dipuja oleh ribuan orang, namun puas untuk menjalani hidup yang sederhana. Ia diurus oleh para wanita (Lukas 8:1-3), namun tidak pernah dituduh memiliki pemikiran-pemikiran yang penuh hawa nafsu; dicemooh oleh ciptaan- Nya sendiri, tapi bersedia untuk mengampuni mereka bahkan sebelum mereka meminta pengampunan-Nya. Petrus, yang berkeliling bersama Yesus selama tiga setengah tahun, menggambarkan dia sebagai “anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (1 Petrus 1:19, NASB).

Setelah lama bersama dengan Yesus, Yohanes menyimpulkan, “di dalam Dia tidak ada dosa” (1 Yohanes 3:5).

Hati Yesus penuh damai sejahtera. Para murid resah karena harus memberi makan ribuan orang, tetapi Yesus tidak. Ia bersyukur kepada Bapa untuk masalah tersebut. Para murid berteriak ketakutan di tengah badai, tapi Yesus tidak. Ia tidur melewati badai itu. Petrus menghunus pedangnya untuk melawan para prajurit, tapi Yesus tidak. Ia mengangkat tangan-Nya untuk menyembuhkan. Hati-Nya dalam keadaan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu