Hati yang Menyembah

Hati yang Menyembah

Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Mazmur 95:6

Menyembah. Dalam dua ribu tahun, kita belum membereskan kekakuan-kekakuan itu. Kita masih bergumul mencari kata-kata yang tepat dalam doa. Kita masih gagal menangkap firman Tuhan. Kita tidak tahu kapan harus berlutut. Kita tidak tahu kapan harus berdiri. Kita tidak tahu bagaimana berdoa. Menyembah adalah sebuah tugas yang mengecilkan hati. Untuk alasan itu, Allah memberikan kepada kita kitab Mazmur— sebuah kitab pujian untuk umat Allah…Kumpulan pujian dan per- mohonan ini dijalin bersama oleh sebuah benang—hati yang lapar akan Allah. Beberapa bersifat menantang. Yang lainnya penuh hormat. Be- berapa untuk dinyanyikan. Yang lainnya untuk didoakan. Beberapa sangat pribadi. Yang lainnya ditulis seakan-akan seluruh dunia akan menggunakan mereka…

Keanekaragaman itu seharusnya mengingatkan kita bahwa penyembahan itu bersifat pribadi. Tidak ada formula rahasianya. Apa yang menggerakkan Anda mungkin menghalangi yang lain.

Setiap orang menyembah secara berbeda. Tetapi setiap orang harus menyembah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu