Kebaikan Tanpa Pamrih

Maka Allah damai sejahtera … memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya … ibRani 13:20-21

Kebaikan Tanpa Pamrih

Apakah hari ini Anda ingin terlepas dari kebosanan? Lakukanlah kebaikan, bermurah hatilah, lakukanlah tanpa pamrih. Kebaikan yang tanpa mengharapkan imbalan. Lakukanlah kebaikan yang orang lain tidak dapat membalasnya kepada Anda. Gagasan lainnya adalah kuasailah diri Anda. Musa melakukannya.

Sebagai salah satu pemimpin yang paling ternama dalam sejarah, ia adalah “seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi” (Bilangan 12:3). Maria melakukannya. Ketika Yesus memakai rahimnya sebagai jalan untuk lahir ke dunia, ia tidak menyombong; ia hanya mengakui: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan” (Lukas 1:38). Yohanes Pembaptis melakukannya. Walaupun terhitung kerabat Tuhan di bumi, ia memilih: “Dialah yang harus makin penting, dan saya makin kurang penting” (Yohanes 3:30, BIS). Yang terutama, Yesus melakukannya. “Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat- malaikat, yaitu Yesus” (Ibrani 2:9). Yesus memilih posisi sebagai pelayan. Tidak dapatkah kita melakukannya? Kita penting, tetapi bukan segalanya; berharga, tetapi bukan sangat diperlukan. Kita mempunyai peran dalam drama ini, tetapi bukan peran utama.

Ada lagu yang harus dinyanyikan, tetapi kita bukan penyanyi utama. Yang utama adalah Allah.Ia berbuat baik sebelum kita lahir; Ia akan berbuat baik juga sesudah kita mati. Ia yang memulai semuanya, menopang semuanya, dan akan membawa semuanya kepada puncak kemuliaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu