Manifesto dari Nazaret

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. YaKobus 1:27

Manifesto dari Nazaret

Allah memprioritaskan orang miskin. Ketika orang yang kelaparan berdoa, Ia mendengarkan. Ketika yatim-piatu berseru, Ia melihat.

Yesus, dalam khotbah pertamanya, menyatakan perhatian-Nya kepada orang miskin. Pada awal pelayanannya, Ia kembali ke kampung halaman-Nya, Nazaret, untuk menyampaikan semacam pidato pengukuhan. Ia memasuki rumah ibadat tempat-Nya beribadah yang sama ketika masih muda dan bertemu dengan penduduk kota kecil itu. Mereka orang-orang bersahaja: tukang batu, tukang kayu, dan pengrajin. Mereka hidup dengan uang pas-pasan dan hidup di bawah penindasan Romawi. Tidak banyak kabar baik yang bisa didengar di Nazaret.

Tetapi hari ini istimewa. Yesus ada di sana. Pemuda dari kota itu yang sekarang naik daun. Mereka meminta-Nya membacakan Kitab Suci, dan Ia menerimanya. “Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:” (Lukas 4:17). Ia membuka-buka gulungan kitab itu sampai pada bagian akhir teks dan membaca, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku” (ayat 18, mengutip dari Yesaya 61:1).

Yesus mengalihkan pandangan dari gulungan perkamen itu dan mengutip kata-kata selanjutnya. Orang banyak, yang bergembira karena ayat-ayat itu, sama seperti Dia sendiri, mengucapkan ayat-ayat itu bersama-Nya. “Untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (ayat 19).

Yesus mempunyai sasaran pendengar. Yakni orang miskin. Orang yang hancur hati. Orang-orang yang tertawan. Orang buta dan orang yang tertindas.

Daftar tugas-Nya? Memberi pertolongan bagi tubuh dan jiwa, kekuatan bagi jasmani dan rohani, terapi bagi yang sementara dan yang kekal. “Inilah pernyataan misi-Ku,” kata Yesus menyatakan. Sang Manifesto dari Nazaret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu