Melihat dari Sudut Pandang Kekekalan

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 2 KoRintus 4:17

Melihat dari Sudut Pandang Kekekalan

Bagaimana dengan perubahan-perubahan tragis yang diizinkan Allah? Siapa yang dapat menjawab teka-teki kehidupan mengenai seorang anak yang cacat atau gempa bumi yang menimbulkan kerusakan besar? Ketika sebuah perusahaan meniadakan satu jabatan atau ada orangtua yang dipecat dari pekerjaannya, apakah hal-hal seperti itu ada tujuannya?

Memang begitu bila dilihat dari sudut pandang kekekalan. Apa yang tidak dapat di mengerti dalam hidup ini akan jelas maknanya di kehidupan yang akan datang. Ada buktinya: Anda ketika masih di dalam rahim.

Saya yakin Anda tidak ingat masa ketika Anda masih ada di dalam kandungan, karena itu saya akan mengingatkan Anda apa yang terjadi pada waktu itu. Setiap hari pada masa kehamilan memperlengkapi Anda untuk kehidupan Anda di dunia. Tulang-tulang Anda diperkokoh, mata Anda berkembang, tali pusar mengirimkan makanan ke tubuh Anda yang sedang berkembang … untuk tujuan apa? Supaya Anda dapat tetap tinggal di dalam rahim? Sebaliknya. Masa hidup Anda di dalam rahim memperlengkapi Anda untuk masa hidup Anda di dunia, mempersiapkan Anda untuk kehidupan Anda sesudah dilahirkan.

Beberapa anggota tubuh tidak dipakai sebelum dilahirkan. Hidung Anda berkembang tetapi tidak bernapas. Mata berkembang, tetapi apakah Anda dapat melihat? Lidah Anda, kuku kaki, dan rambut Anda, semuanya tidak berfungsi di dalam perut ibu Anda. Tetapi bukankah Anda senang memiliki semua itu sekarang?

Bagian-bagian tertentu dalam hidup ini tampaknya tidak diperlukan, seperti lubang hidung sebelum Anda dilahirkan. Penderitaan, kesepian, penyakit, bencana, mati martir, musim hujan. Bila kita menganggap dunia ini ada hanya untuk kebahagiaan sebelum kematian, kekejaman di dalamnya menghalangi tujuan itu. Tetapi bagaimana bila dunia ini adalah rahim? Mungkin semua tantangan yang kita hadapi, seberapa- pun beratnya, bertujuan untuk mempersiapkan kita, memperlengkapi kita untuk dunia yang akan datang. Seperti yang ditulis oleh Paulus, “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2 Korintus 4:17).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu