Melihat Sekilas Kemuliaan Allah

Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu. KeluaRan 33:19

Melihat Sekilas Kemuliaan Allah

Allah menempatkan Musa, hamba-Nya, di atas batu karang, dan berkata kepadanya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup … Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan” (Keluaran 33:20, 22-23).

Dan juga Musa, gemetar ketakutan di bawah tudungan telapak tangan Allah, menunggu, pasti dengan muka tertunduk, mata terpejam, dan jantung berdebar, sampai Allah memberi tanda. Ketika tangan Allah terangkat, Musa membuka mata dan melihat sekilas bagian belakang Allah yang menghilang di kejauhan. Sang Pencipta terlalu agung untuk dilihat oleh Musa. Ia hanya dapat melihat sekilas bayangan-Nya yang menghilang di kejauhan. Saya dapat membayangkan rambut Musa yang putih panjang tersapu angin ke depan dan tangannya yang keriput mencengkeram dinding batu supaya ia tidak terjatuh. Dan ketika hembusan angin berhenti dan rambutnya teruntai kembali ke bahunya, kita melihat dampaknya. Wajahnya menjadi bercahaya. Sedemikian terangnya seperti disinari ribuan obor. Walaupun Musa tidak menya- darinya, orang-orang Ibrani melihat wajahnya yang bercahaya itu. Ketika ia turun dari gunung, “kemuliaan Allah menyertainya… cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya” (2 Korintus 3:7).

Orang-orang yang menyaksikannya tidak melihat kemarahan di wajahnya, kecemasan di matanya, atau cemberut di bibirnya; yang mereka lihat adalah kemuliaan Allah di wajahnya.

Apakah ia mempunyai alasan untuk marah? Alasan untuk cemas? Tentu saja. Tantangan sudah menunggunya. Padang gurun dan pengembaraan empat puluh tahun adalah tantangan yang besar. Tetapi sekarang, sesudah melihat wajah Allah, ia dapat melihat semua itu … Anda dan saya membutuhkan apa yang dibutuhkan Musa—melihat sekilas kemuliaan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu