Ranting dan Pokok Anggur

Ranting dan Pokok Anggur

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Yohanes 15:4

Allah ingin menjadi sedekat mungkin dengan kita sama seperti sepotong ranting dengan pokok anggurnya. Satu ranting adalah suatu perpanjangan dari ranting yang lain. Tidak mungkin memberitahu di mana satu ranting berawal dan di mana ranting yang lainnya berujung. Ranting tidak terhubung hanya pada waktu menghasilkan buah. Tukang kebun tidak menyimpan ranting-ranting di sebuah kotak lalu, pada hari ia ingin menuai buah anggur, menempelkan mereka pada pokok anggur tersebut. Tidak, ranting tersebut terus-menerus mengambil makanan dari pokok anggur itu…. Allah juga menggunakan bait untuk menggambarkan keintiman yang Ia rindukan. “Tidak tahukah kamu,” tulis Paulus, “bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah?” (1 Korintus 6:19). Renungkan bersama saya sejenak tentang bait Allah …Allah tidak datang dan pergi, muncul dan menghilang. Kehadiran-Nya itu permanen, selalu ada.

Sungguh berita yang luar biasa bagi kita! Kita TIDAK PERNAH jauh dari Allah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu