Rasa Sakit Emosi-Nya

Lukas 22:43-44

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:44

Menarik sekali bahwa Lukas adalah satu-satunya penulis injil yang menyebutkan bahwa peluh Yesus “seperti titik-titik darah.” Ini mungkin karena Lukas adalah seorang tabib (Kolose 4:14), dan fakta ini memiliki hal yang sangat penting bagi dia. Telah ada kasus-kasus medis yang dicatat tentang orang-orang yang berpeluh sampai meneteskan darah di bawah tekanan emosi yang ekstrim.

Lukas juga adalah satu-satunya penulis yang menyebutkan bahwa seorang malaikat menguatkan Yesus. Kali lainnya ini terjadi adalah ketika Yesus berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun, dan iblis menggoda Dia. Alkitab berkata bahwa para malaikat melayani Dia. (Markus 1:13.) Di sini, Ia juga membutuhkan kekuatan supernatural untuk menahan penderitaan-Nya.

Penggunaan kata-kata “menjadi seperti” mungkin juga berarti bahwa peluh Yesus hanya dapat dibandingkan dengan darah dalam konsistensi atau ukuran, tapi itu tentu saja menggarisbawahi efek penderitaan yang Ia alami pada tubuh fisik-Nya. Penderitaan-Nya bagi kita lebih daripada sekadar fisik. Di taman itu, Ia menderita secara emosi, hampir sampai pada titik kematian. Sebagaimana yang dicatat Lukas, seorang malaikat harus datang dan memberi Dia kekuatan karena kalau tidak, pergumulan emosi saja dapat membunuh Dia.

Hidup di dunia ini tidak mudah, dan saya yakin Anda telah mengalami beberapa kesulitan dan mungkin beberapa masa tragis dalam hidup Anda. Namun, pernahkah Anda begitu stres secara emosi sehingga Anda mulai berpeluh darah? Inilah yang Yesus lewati bagi Anda. Ia mengambil semua rasa sakit emosi dan kesedihan Anda sehingga Anda dapat dibebaskan. Jika Anda memiliki keraguan bahwa Ia ingin Anda bahagia dan bebas dari kekhawatiran hari ini, ingatlah darah yang telah Ia curahkan untuk Anda di taman itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu