SIKAP

JANGAN KAMU MENGHAKIMI, SUPAYA KAMU TIDAK DIHAKIMI. Aku sadar akan kecenderunganmu yang menghakimi, dan itu mendukakan-Ku. Menghakimi sebenarnya adalah hak-Ku. Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada-Ku. Selain itu, Alkitab menjelaskan bahwa ketika kau menghakimi orang lain, kau sedang memghakimi dirimu sendiri. Aku menyadari bahwa kebanyakan penghakimanmu terjadi hampir secara otomatis—tanpa berpikir lagi—dan Aku ingin membantumu berurusan dengan kebiasaan yang menyakiti ini.

Menghakimi orang lain adalah suatu cara klasik untuk mengalihkan dirimu dari kelemahanmu sendiri. Sejak kejatuhan, orang-orang telah menggunakan teknik ini untuk menghindari menghadapi diri mereka sendiri secara jujur. Untuk menghentikan praktik yang berbahaya ini, kau perlu memeriksa dirimu sendiri secara berkala di dalam terang hadirat-Ku yang kudus. Meskipun ini cenderung menyakitkan, ini juga dapat menjadi berkat besar. Dalam terang-Ku yang bercahaya, kau melihat banyak cara di mana kau jauh dari standar kekudusan-Ku. Kesadaran yang ditingkatkan ini menyoroti kebutuhan untuk seorang Juruselamat dan mengarahkanmu kepada penyediaan-Ku yang penuh pengorbanan. Ketika kau merenungkan mukjizat penebusan oleh darah Kehidupan kekal—pemberian-Ku yang cuma-cuma kepada orang-orang percaya—kau menerima sukacitamu secara penuh. Izinkan aliran kegembiraan ini melimpah melaluimu, menyingkirkan balok di matamu. Ini akan memampukanmu untuk melihat orang lain dengan jelas—dari sudut pandang-Ku. Kemudian barulah kau dapat membantu mereka menyingkirkan “selumbar” mereka sementara kau mengasihi mereka dengan kasih-Ku.

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7:1-2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu