Sukacita yang Kekal

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. mazmuR 103:14

Sukacita yang Kekal

Hidup yang singkat ini tidak boleh menjadi alasan untuk melarikan diri, tetapi justru seharusnya memberi kita kekuatan untuk bertahan. Hari-hari yang berlalu dengan cepat menguatkan kita untuk bertahan terhadap setiap masalah. Apakah masalah Anda akan berlalu? Tidak dijamin. Apakah penderitaan Anda akan berhenti? Mungkin. Mungkin juga tidak. Tetapi surga memberikan janji ini: “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2 Korintus 4:17).

Kata yang diterjemahkan “kemuliaan” di sini dalam Alkitab versi King Jamesnya adalah “weight of glory” yang mengingatkan kepada timbangan kuno. Ingatkah Anda kepada gambar perempuan yang membawa timbangan keadilan?

Timbangan itu mempunyai dua piringan di masing-masing sisinya. Berat barang yang dibeli akan ditentukan dengan menempatkan batu timbangan di piringan yang satu dan barang yang dibeli di piringan yang lain. Allah juga melakukan hal yang sama dengan pergumulan Anda. Di satu sisi, Ia menaruh semua beban Anda. Kelaparan. Pemecatan. Orangtua yang melupakan Anda. Atasan yang mengabaikan Anda. Cedera berat, kesehatan yang buruk, pengalaman buruk. Ia mengum- pulkannya, dan melihat ke satu sisi piringan.

Sekarang lihatlah tanggapan Allah. Apakah Ia mengambil beban di sisi itu? Tidak, tetapi Ia memberikan imbangannya. Ia menaruh kemuliaan di sisi lainnya. Kemuliaan dari sukacita yang kekal, damai sejahtera yang tak terukur, keberadaan-Nya yang kekal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu