Tangan yang Kuat

Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya. mazmuR 59:18

Tangan yang Kuat

Bersama kehidupan datang perubahan.

Bersama perubahan datang ketakutan, perasaan tidak aman, kesedihan, stres. Jadi, apa yang Anda lakukan? Berhibernasi? Tidak mau mengambil risiko karena takut gagal? Tidak mau mengasihi karena takut kehilangan? Sebagian orang memilih demikian. Mereka menahan diri.

Gagasan yang lebih baik adalah memandang ke atas. Arahkan pandangan Anda kepada satu-satunya Bintang Utara di alam semesta ini—Allah. Karena sekalipun kehidupan berubah, Ia tidak berubah. Alkitab membuat pernyataan mengejutkan tentang sifat-Nya yang tidak berubah.

Bayangkan kekuatan-Nya. Tidak berakhir. Menurut Paulus, kuasa Allah itu kekal (Roma 1:20). Kekuatan-Nya tidak pernah berkurang. Tidak seperti kekuatan Anda dan saya. Energi kita surut dan mengalir lebih dari Sungai Thames. Pada malam hari, Anda tidak sewaspada seperti pada pagi hari. Ketika berusia 80 tahun, Anda tidak dapat berlari secepat ketika berusia 20 tahun … Anda kuat, tetapi tidak kuat selamanya.

Hanya Allah yang kekuatan-Nya kekal. Ia tidak pernah mengatakan “Aku merasa kuat hari ini.” Ia merasa sama kuat setiap hari.

Daniel menyebut-Nya “Allah yang hidup, yang kekal untuk selama- lamanya” (Daniel 6:27). Pemazmur berkata, “Aku mau menyanyikan kekuatan-Mu … sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku. Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya” (Mazmur 59:17-18). Pikirkan tentang hal itu. Allah tidak pernah berhenti untuk makan atau meminta malaikat menyelimuti-Nya ketika Ia tidur. Ia tidak pernah mengisyaratkan waktu habis atau menunda permintaan doa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu