Tetap Bertanding

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:13-14

Pada tahun 1952, Florence Chadwick mencoba merenangi lautan yang sangat dingin antara Catalina Island dan pantai California. Ia berenang di tengah cuaca berkabut dan laut yang berombak selama lima belas jam. Otot-ototnya mulai kejang, dan tekadnya melemah. Ia meminta diangkat dari air, tetapi ibunya, yang naik perahu di sampingnya, mendorongnya agar tidak menyerah. Ia terus mencoba, tetapi menjadi semakin kelelahan dan berhenti berenang. Orang-orang mengangkatnya ke perahu. Mereka mendayung beberapa menit lagi, kabut mulai sirna, dan ia melihat bahwa pantai ternyata tinggal setengah mil lagi. “Waktu itu yang dapat saya lihat hanya kabut,” katanya menjelaskan di suatu jumpa pers. “Saya kira seandainya saya dapat melihat pantai itu, saya akan berhasil mencapainya.”2

Pandanglah jauh ke pantai yang menanti Anda. Jangan tertipu oleh kabut patah semangat. Garis akhirnya mungkin hanya beberapa gerakan renang lagi. Mungkin pada saat ini Allah sedang mengangkat tangan-Nya untuk menyuruh Gabriel mengambil terompet. Para malaikat mungkin sudah berkumpul, orang-orang kudus berkumpul, setan-setan gemetar. Jangan goyah! Teruslah berenang. Teruslah bertanding. Teruslah berjuang.

Bersyukurlah sekali lagi. Bermurah hatilah sekali lagi. Ajarlah satu kelas lagi, kuatkanlah seorang lagi, berenanglah satu gerakan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu