HADIRAT-NYA

AKU SELALU ADA DI HADAPANMU, TERUS MENERANGI JALANMU —SELANGKAH DEMI SELANGKAH. Baik kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkanmu dari hadirat-Ku yang penuh kasih.

Aku ingin kau menjalani hidupmu dengan berfokus pada hadirat-Ku di masa kini. Karena kau tahu Aku selalu menyertaimu—memimpin dan mendorongmu—kau dapat hidup dalam kenyataan itu momen demi momen. Pikiranmu cenderung melompati masa kini ke tugas selanjutnya, mengabaikan tugas yang ada di hadapanmu dan Pribadi yang ada di depanmu. Selama masa yang jarang, ketika kau dapat tetap fokus pada-Ku, pekerjaan-Mu diberi kuasa oleh hadirat-Ku. Pekerjaanmu tidak lagi berat, tapi menyenangkan: lebih seperti bermain daripada bekerja.

Hidup dalam kerjasama dengan-Ku dapat menjadi sekilas kecapan surga. Itu indah, meskipun tidak mudah: itu membutuhkan tingkatan konsentrasi rohani dan mental yang sangat menantang. Dalam Mazmur, Daud menulis tentang cara hidup kerjasama ini, menyatakan bahwa ia senantiasa memandang kepada Tuhan. Sebagai seorang gembala, ia punya banyak waktu untuk mencari wajah-Ku dan menikmati hadirat-Ku. Ia menemukan indahnya hari-hari di mana ia selalu hidup bersama-Ku— dan di sisinya. Aku sedang melatihmu untuk hidup dengan cara ini juga. Usaha ini membutuhkan upaya yang lebih tekun daripada apa pun juga yang pernah kau upayakan. Namun, itu tidak mengurangi aktivitasmu yang lain, tapi memenuhinya dengan kehidupan.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah untuk aku—bersama-Ku, melalui Aku, di dalam Aku. Bahkan tugas-tugas rendah bercahaya dengan sukacita hadirat-Ku ketika kau melakukannya untuk-Ku. Pada akhirnya, tak ada apa pun yang dapat memisahkanmu dari-Ku, jadi kebersamaan ini dapat terus berlanjut sampai kekekalan.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 8:38-39

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu