Hidup Tanpa Keraguan dan Ketakutan

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? mazmuR 27:1

Tampaknya ketakutan telah mengontrak gedung di samping rumah Anda selama seratus tahun dan mendirikan toko di sana. Dalam ukurannya yang besar dan sikapnya yang kasar, ketakutan tidak mau berbagi tempat di hati Anda dengan kebahagiaan. Kebahagiaan takluk dan harus pergi. Pernahkah Anda melihat keduanya tinggal bersama? Dapatkah Anda bahagia sekaligus takut pada waktu yang bersamaan? Mempunyai pikiran yang jernih dan takut? Berani dan takut? Bermurah hati dan takut? Tidak. Ketakutan itu penggertak besar di halaman sekolah: kurang ajar, suka membuat keributan, dan tidak produktif … Ketakutan menyeret kita ke penjara dan membanting pintunya.

Bukankah baik bila Anda keluar dari sana?

Bayangkan bila tidak ada kekhawatiran di dalam hidup Anda. Bagaimana bila iman, bukan ketakutan, yang menjadi reaksi spontan Anda terhadap ancaman? Bila Anda dapat mengarahkan magnet ketakutan ke hati Anda dan menarik setiap ketakutan, perasaan tidak aman, dan keraguan, apa yang akan tersisa? Bayangkan satu hari, hanya satu hari, terbebas dari ketakutan akan kegagalan, penolakan, dan kesusahan. Dapatkah Anda membayangkan hidup tanpa ketakutan? Inilah kemungkinan di balik pertanyaan Yesus.

“Mengapa kamu takut?” tanya-Nya (Matius 8:26).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu