Kekuatan dan Keberanian

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. 2 timotius 3:12

Kekuatan dan Keberanian

“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan menge- tahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus” (Kisah Para Rasul 4:13).

Petrus dan Yohanes telah bersama-sama dengan Yesus. Yesus yang dibangkitkan. Di ruang atas, ketika Ia berjalan menembus dinding. Berdiri di samping Tomas ketika murid itu menyentuh luka-luka-Nya. Di pantai, ketika Yesus memanggang ikan. Berdiri di kaki Yesus selama 40 hari ketika Ia menjelaskan tentang Kerajaan Surga.

Mereka telah tinggal lama bersama Raja yang dibangkitkan. Mereka dibangkitkan bersama dengan Dia, berjalan bersama Dia. Dan karena itu, mereka tidak dapat berdiam diri. “Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (ayat 20).

Dapatkah Anda mencontoh keberanian ini? Bila Anda ingin hidup Anda berarti, Anda harus melakukannya. Selama Anda tidak melakukan apa-apa, tak ada orang yang akan protes. Anjing tidak menggonggongi mobil yang diam di tempat parkir. Tetapi begitu Anda menekan pedal gas—begitu Anda berhenti bermabuk-mabukan, berhenti berbohong, berhenti bermalas-malasan—jangan heran bila Anda mulai digonggongi. Anda mulai dikritik. Diejek. Dianiaya.

Jadi, bagaimana kita mempersiapkan diri? Mudah saja. Contohlah murid-murid Yesus. Lebih sering dan lebih lama tinggal di hadirat Kristus. Merenungkan kebaikan-Nya. Merenungkan kasih-Nya. Menghafalkan firman-Nya. Menatap wajah-Nya. Berbicara kepada-Nya. Keberanian akan datang ketika kita hidup bersama Yesus.

Petrus mengatakannya demikian: “Jangan beri kesempatan kepada musuh. Tetaplah setia dalam senang dan susah, arahkan hatimu kepada- Nya, dalam penyembahan di hadapan Kristus, Tuhanmu. Siaplah untuk berbicara dan menceritakan kepada siapa saja yang menanyakan gaya hidupmu sekarang, dan selalu lakukan dengan sopan dan hormat” (1 Petrus 3:14-15, The Message).

Ketika kita merenungkan kehidupan Kristus, kita menemukan kekuatan untuk diri kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu