Unsur dari Hari yang Baik

Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya. maRKus 9:35

Unsur dari Hari yang Baik

Secara teratur kita mengambil keputusan yang tak disadari namun penting, semuanya termasuk dalam kategori “siapa duluan”: mereka atau saya?

Ketika orangtua memilih sekolah terbaik untuk anak-anak di atas karier yang menjanjikan.

Ketika seorang murid makan siang bersama anak-anak yang tidak populer dan bukan anak-anak yang populer.

Ketika seorang gadis remaja menghabiskan hari-harinya mengurus ibunya yang sudah tua di tempat perawatan penyakit mental.

Ketika Anda berpaling dari impian pribadi demi orang lain, Anda sedang menyangkal diri, sebagaimana istilah yang dipakai Kristus. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24).

Lihatlah unsur yang paling menakjubkan dari hari yang baik: penyangkalan diri.

Bukankah itu kebalikan dari anggapan kita? Hari yang baik muncul dari menuruti keinginan hati kita sendiri, mengekspresikan diri, dan menyenangkan diri. Maka Anda memanjakan diri, menuruti keinginan sendiri, meninggikan diri. Tetapi menyangkal diri? Kapan terakhir kalinya Anda membaca pesan seperti ini: “Silahkan. Sangkal dirimu dan jalani hidupmu!”?

Yesus dapat saja menulis kata-kata ini. Ia sering pergi ke daerah yang berbeda budaya, memanggil kita ke bawah, bukan ke atas, menyuruh kita begini ketika masyarakat menyuruh begitu.

Dalam kamus-Nya, yang terkecil adalah yang terbesar (Lukas 9:48); yang terakhir akan menjadi yang pertama (Markus 9:35); tempat duduk pilihan adalah tempat duduk yang tidak terpandang (Lukas 14:8-9). Ia menyuruh kita menghormati orang lain di atas diri kita sendiri (Roma 12:10); dan menganggap orang lain lebih baik daripada kita sendiri (Filipi 2:3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu