Allah Memulihkan Keindahan

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yohanes 3:5

Allah Memulihkan Keindahan

Lahir baru. Menurut definisinya, lahir adalah tindakan pasif. Anak di dalam rahim tidak melakukan usaha apa pun untuk lahir. Perayaan sesudah melahirkan adalah untuk memuji usaha si ibu. Tidak seorang pun yang berkata kepada bayi itu, “Usaha yang bagus, Nak.” Tidak. Berikan dot kepada bayi itu, bukan medali. Ibunyalah yang pantas mendapat medali emas. Ia sudah berusaha keras. Ia mengejan, men- derita sakit, dan melahirkan anaknya.

Ketika keponakan perempuan saya melahirkan anak pertamanya, ia mengajak kakak dan ibunya menemaninya di ruang melahirkan. Sesudah menyaksikan tiga jam usaha mengejan, ketika bayi itu akhirnya lahir, keponakan laki-laki saya berkata kepada ibunya, “Ibu, maafkan saya kalau saya sering tidak menurut kepada ibu.”

Seorang ibu berjuang keras untuk melahirkan anaknya. Ia tidak meminta bantuan anak di kandungannya atau meminta nasihatnya. Untuk apa? Bayi itu bahkan tidak dapat bernapas tanpa tali pusar yang terhubung pada ibunya, bagaimana mungkin ia menjadi penunjuk jalan untuk keluar dari perut ibunya? Menurut Yesus, demikian juga dengan kita. Kelahiran baru adalah hasil usaha orangtua, bukan usaha bayi rohani itu sendiri.

Siapakah orangtuanya?

Dia yang telah memulainya akan melakukannya lagi. Sang Pencipta menciptakan ulang ciptaan-Nya. Tindakan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus.

Lahir: Allah yang melakukan usaha.

Kembali: Allah memulihkan keindahan itu lagi. Kita tidak perlu melakukan apa pun.

Kita tidak perlu berusaha sendiri. Yang kita butuhkan adalah mukjizat Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu