Bukan Janji Kosong

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Yohanes 14:3

Bukan Janji Kosong

Inilah janji Kristus: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu … Dan apabila Aku … telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yohanes 14:1-3).

Ia menjanjikan bukan hanya kehidupan kekal di surga, melainkan kehidupan yang lebih baik.

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal … Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” Kita, orang Barat, lebih mementingkan resepsi pernikahan daripada upacaranya, tetapi tidak begitu dengan orang-orang di zaman Yesus dulu. Ini janji pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan. Sesudah mendapat izin dari kedua pihak keluarga, pengantin laki-laki kembali ke rumah ayahnya dan membangun rumah untuk istrinya. Ia “menyediakan tempat.”

Dengan janji itu, Yesus membuat penguburan mempunyai tingkat harapan yang sama seperti pernikahan. Dari sudut pandang-Nya, perjalanan ke kuburan dan perjalanan ke altar pernikahan mempunyai kegembiraan yang sama. Keduanya merayakan satu era baru, nama baru, dan tempat tinggal yang baru. Dalam kedua upacara itu, pengantin laki-laki menggandeng lengan pengantin perempuan. Yesus adalah pengantin laki-laki Anda yang akan datang. “Aku akan … membawa kamu ke tempat-Ku.” Ia Keduanya merayakan satu era baru, nama baru, dan tempat tinggal yang baru. Dalam kedua upacara itu, pengantin laki-laki menggandeng lengan pengantin perempuan. Yesus adalah pengantin laki-laki Anda yang akan datang. “Aku akan … membawa kamu ke tempat-Ku.” Ia akan menemui Anda di altar. Akhir hidup Anda di dunia akan menjadi awal kehidupan baru Anda bersama-Nya.

Tetapi bagaimana kita dapat memastikan Ia akan menepati janji itu? Apakah dijamin bahwa perkataan-Nya bukan janji kosong atau takhayul belaka? Beranikah kita menaruh harapan dan hati kita di tangan tukang kayu Yahudi dari sebuah kota kecil? Jawabannya terletak di kuburan di Yerusalem. Bila kubur Yesus kosong, maka janjinya bukan janji kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu