Dikasihi oleh Allah yang Setia

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. Filipi 3:8

Dikasihi oleh Allah yang Setia

Tengoklah ke jendela kecil di tembok penjara Romawi. Apakah Anda melihat laki-laki yang dibelenggu di sana? Orang tua dengan bahu bungkuk dan hidung “betet”? Itulah Paulus, rasul yang dipenjarakan. Belenggunya tidak pernah dilepas. Para sipir tidak pernah meninggal- kannya. Dan mungkin ia tidak tahu apakah ia akan pernah keluar dari penjara itu.

Pada waktu kita menemukan Paulus di selnya, ia sudah mengalami dipukuli, ditipu, diamuk badai, ditolak, dan ditelantarkan.

Ah, tetapi setidaknya ia mempunyai gereja. Setidaknya ia merasa tenang bila mengingat jemaat di Roma yang sehati dan bertumbuh bersama karena dikuatkannya, bukan? Tidak. Gereja di Roma sedang bermasalah … Para pengkhotbah yang haus kekuasaan menduduki pastori. Anda menyangka itu hanya bisa terjadi di kalangan non- Kristen, tetapi kenyataannya orang-orang Kristen berkhotbah untuk keuntungan pribadi? Paulus menghadapi masalah besar…

Dan siapa yang mengetahui apa yang akan dilakukan Kaisar Nero? Ia menjadikan orang-orang Kristen sebagai makan siang singa-singa di Koloseum. Apakah Paulus bisa menjamin hal itu tidak akan terjadi kepadanya? Paulus tidak naif. Ia mengetahui bahwa satu-satunya yang memisahkan dia dan kematian adalah anggukan dari Kaisar Nero yang angin-anginan. Paulus mempunyai alasan yang kuat untuk stres.

Tetapi kenyataannya tidak begitu. Bukannya putus asa, ia malah memanfaatkan keadaan itu. Yang dilihatnya bukan orang-orang yang berbuat tidak adil kepadanya, melainkan kesetiaan Allah.

“Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil” (Filipi 1:12). Kelihatannya ia mungkin keluar jalur, tetapi sebenarnya ia sedang menuju sasaran yang benar. Mengapa? Untuk satu alasan. Kristus diberitakan. Misi tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu