UCAPAN SYUKUR

PERSEMBAHKAN KORBAN SYUKUR KEPADAKU. CERITAKAN PEKERJAAN-PEKERJAANKU DENGAN SORAK-SORAI! Menang- gung keadaan-keadaanmu dengan berani—bahkan bersyukur kepada-Ku untuknya—adalah salah satu bentuk pujian tertinggi. Aku telah melatih- mu dalam disiplin mengucap syukur untuk waktu yang lama. Namun kau masih merasa sulit untuk mengucap syukur atas penderitaan— penderitaanmu atau orang lain. Terkadang kau dapat melakukan ini, dan ketika kau melakukannya, kau mendapati bahwa kau santai dan merasa lebih dekat pada-Ku.

Mengucap syukur kepada-Ku untuk kesengsaraan membutuhkan tingkat kepercayaan yang dalam: dalam kebaikan-Ku, belas kasihan-Ku, kasih-Ku. Orang-orang yang bersandar pada pengertian mereka sendiri tidak dapat mencapai kedalaman kepercayaan ini. Jadi, mengatasi kesulitan-kesulitan dengan berani mengharuskan kau melepaskan tuntutan untuk mengerti.

Kau sedang belajar untuk bertahan dalam keadaan-keadaanmu dengan berani—dengan ucapan syukur—dan kau telah mengalami manfaat pribadi dari hal ini. Tapi ada yang lebih dari itu! Penerimaanmu akan kesengsaraan dengan ucapan syukur memiliki hasil yang jauh melampaui dirimu sendiri: di surga dan di bumi. Di samping memiliki senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah yang sanggup merun- tuhkan benteng-benteng, korban ucapan syukurmu mendentangkan lonceng-lonceng sukacita di seluruh surga. Di bumi, kesabaranmu dalam penderitaan mengirim riak berita yang baik untuk menguatkan dan memberi semangat bagi umat-Ku.

Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! Mazmur 107:22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu